Hidup: Himpunan Matrik pilihan PDF Print E-mail
Monday, 11 August 2008
Tentunya sudah familiar kita dengan kata-kata mengenai matrik, baik sewaktu kita masih duduk dibangku sekolah, dalam pelajaran matematika himpunan dan juga ada sebuah film yang terkenal dari sebuah penggambaran mengenai masa depan.

 

Matrik

Adalah suatu kumpulan besaran (variabel dan konstanta) yang dapat dirujuk melalui indeknya, yang menyatakan posisinya dalam representasi umum yang digunakan, yaitu sebuah tabel persegipanjang. Matriks merupakan suatu cara visualisasi variabel yang merupakan kumpulan dari angka-angka atau variabel lain, misalnya vektor. Dengan representasi matriks, perhitungan dapat dilakukan dengan lebih terstruktur. Pemanfaatannya misalnya dalam menjelaskan persamaan linier, transformasi koordinat, dan lainnya. Matriks seperti halnya variabel biasa dapat dimanipulasi, seperti dikalikan, dijumlah, dikurangkan dan didekomposisikan.

 Image

 Itulah adalah defini konsep dari himpunan atau koleksi dari beberapa bilangan, atau satuan bilangan. Kemudian apa hubungannya dengan pilihan ?

 

Matrik keputusan dan pilihan,

Dari pagi hingga malam hari sebelum kita memejamkan mata untuk beristirahat, setiap detik dilayar fikiran kita selalu ditampilkan mengenai pilihan-pilihan dari apa yang harus atau ingin kita lakukan.

 

Setalah bangun pagi, kita sudah dihadapkan pada pilihan, apakah kita ingin minum air putih ? apakah kita ingin duduk dahulu sambil menghabiskan rasa kantuk ? apakah kita ingin  langsung mandi ? apakah kita ingin membaca koran pagi ini dahulu dan lainnya, dan lainnya.

 

Setiap keputusan yang diambil akan membutuhkan sebuah pilihan lainnya dan akibat lainnya yang terus berlanjut, jika kita memilih minum air putih, maka selanjutnya adalah kita harus segera bersiap-siapuntuk kekamar mandi, karena pastinya perut ini akan terasa kurang enak, dan juga sewaktu ingin kekamar mandi, pilihan itu sebaiknya digandengkan dengan pilihan untuk mandi secepatnya, karena terbatasnya waktu. Seems Complicated, is it ?

 

Tanpa terasa, dan sudah terbiasa, itulah setiap pagi yang kita lakukan, masing-masing dengan pilihannya, dan konsekuensi dari pilihan tersebut. Hal itu akan terus berlanjut hingga sore harinya, dan ketika kita memejamkan mata untuk beristirahat, kita sudah mempunya koleksi matrik keputusan dan pilihan pada hari itu.

 

Matrik Kehidupan,

Ini ada rencana dan koleksi besar dari keputusan-keputusan dan pilihan-pilihan yang kita ambil sepanjang hidup kita, sejak kita mampu membuat pilihan dan keputusan hingga mata kita terpejam dan kehidupan selesai.

 

Setiap keputusan dan pilihan akan mempunyai konsekuensi dan penghadapan kita pada koleksi pilihan dan keputusan yang berlainan pada tahap berikutnya. Yang tanpa terasa, setiap sebuah pilihan jalan yang kita ambil akan membuat kita semakin jauh dari akar pilihan yang ada pada saat kita berdiri pada jalan pilihan tersebut dahulu.

 

Masihkah ingat waktu kita masih SMP dahulu, sewaktu lulus, kita dihadapkan pada pilihan untuk melanjutkan sekolah pada level yang lebih tinggi, matrik pilihannya adalah SMA, STM, STM, dan SMEA. Jika pilihan kita adalah SMA, maka didalamnya akan ada pilihan lagi, apakah SMA Fisika, Biologi, Sosial atau Bahasa. Demikian juga dengan STM, ada jurusan Elektronika, Grafika, Listrik, Mesin, Sipil dan lainnya.

 

Pilihan-pilihan tersebut akan mengerucut, menjadi semakin kecil dan semakin kecil, yang membuat kita lama kelamaan akan berjalan hanya pada sebuah jalan saja, hingga diakhir nanti. Memang beberapa pilihan masih memungkinkan kita untuk menyatu kembali pada pilihan-pilihan tersebut, tetapi tetap saja kerucut itu akan mengecil dan menjadi satu pada akhirnya.

 

Pilihan SMA jurusan sosial akan menutup kemungkinan kita untuk memilih jalan hanya kearah bidang sosial dan ekonomi, dan tidak memungkinkan kita untuk memilih bidang eksakta, walau sebenarnya kita masih mampu. Dan pilihan pada Fisika dan biolgi asih memberikan jalan yang  luas dengan memungkinkan kita mengambil bidang sosial dan ekonomi.

 

Contoh lain dari matrik pilihan adalah sebuah pernikahan. Beberapa rekan memilih untuk menahan waktu menikah mereka, sampai mereka benar-benar yakin akan pilihan mereka, karena sebaiknya sebuah pernikahan adalah untuk seumur hidup, mengapa, khususnya untuk wanita, untuk kultur ketimuran, bisa jadi mereka ingin memberikan virnitity-nya hanya pada orang yang benar-benar tepat, sebab hal itu hanya mempunyai satu arti saja, serta yakin pada pemikirna bahwa oang tersebut akan berada disisinya terus sepanjang hidup, dengan segala konsekuaensinya. Sementara yang lainnya, tidak peduli dengan hal itu, langsung menyerahkannya kepada orang terdekatnya pada saat itu saja.

 

Berhati-hatilah dalam memilih,

Mulai sekarang, mulailah untuk berhati-hati dalam setiap pilihan yang ada dihadapan anda, karena setiap langkah yang kita ambil akan melahirkan sebuah pilihan dan konsekuenso berikutnya. Berusahalah untuk melihat agar setiap pilihan yang akan diambil mempunya fail safe, atau pintu keluar darurat, jika ternyata mengakibatkan kesalahan atau konsekuensi yang kurang baik, untuk kemudian bisa me-restartnya kembali.

 

 

Contoh Matrik pilihan

Matrik Dokter tercapai = [ Belajar rajin -> SMA IPA -> Cukup Biaya -> Belajar rajin -> Fak Kedokteran -> Dokter -> Cukup Biaya -> Belajar Rajin -> Specialis]

 

Matrik Masa Depan Suram = [ Belajar rajin -> SMA IPA -> Tidak Cukup Biaya -> Marah pada orang tua -> Malas belajar -> Minum-minum -> berbuat jahat -> masuk penjara]

 

Matrik bukan dokter tapi berhasil = = [ Belajar rajin -> SMA IPA -> Tidak Cukup Biaya -> Maklum dan memilih jurusan ekonomi -> Belajar Rajin -> dapat beasiswa ke master -> jadi manager]

 

Bagaimana dengan anda ? Apakah anda sudah siap ? …  masa depan anda adalah koleksi matrik dari pilihan –pilhan yang anda ambil.

 

Comments (3) >> feed

ini said: _

 
haiiiiiii
August 12, 2008 | url

Bening said: _

 
Assalamu'alaikum...

IT IS MATRIX.. how about it we made it wrong??
September 16, 2008

Permadi said: _

 
Wa'alaikumusalam Wr Wb, kuncinya adalah destinasi akhir, kemana hendak kita pergi, tetapkan itu, tetapkan tujuan akhir, dan bukan tujuan tahapan. Karena tahapan hanya sebuah cara atau proses untuk menuju tujuan akhir.

Perubahan pada proses bisa membuat destinasi akhir berubah jika konsern utamanya adalah pada tujuan tahapan, sedang pada penetepan tujuan akhir yang fixed, proses dan tahapan hanyalah sebuah alternatif yang bisa dipilih atau diganti untuk kemudian pada akhirnya akan tetap menuju kepada tujuan akhir tersebut.

Konsistensi adalah ciri utama dari orang-orang yang mempunyai tujuan fixed sebagai destinasi akhir.

Salam terbaik selalu
September 30, 2008
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley

busy
Last Updated ( Tuesday, 12 August 2008 )
 
< Prev

Free Joomla Templates By Joomlashack