We are only live twice PDF Print E-mail
Friday, 08 August 2008

One for your self, and one for your dreams.

Sebuah lagu lirih terdengar,sebuah lagu lama dari sebuah sountrack film. Apakah benar seperti itu ? sepertinya demikian memang yang berlaku pada masing-masing dari diri kita.

Satu sisi kita menjalani hidup ini dengan merasakannya melalui kulit kita, dengan debu, panas terik dan kadang dingin yang menusuk. Satu sisi lagi wangi lembut memasuki penciuman kita ketika sang ibu memasak makanan dan menyediakan kue untuk kita dipagi hari, terkadang wangi tersebut bias membangunkan kita dari tidur setelah beberapa saat terlelap dalam selimut kelelahan. Juga terkadang suara lembut belahan hati yang memanggil lirih mampu membuat rasa ketenangan merambat disekujur tubuh, dengan sebuah rasa yang tak pernah diperjual belikan pada product apapun, sebuah rasa ketenangan.

 

Disisi lainnya kita hidup dalam sebuah dunia khayal, dimana diri kita menjelma sebagai apapun yang kita inginkan, terkadang sesuatu yang diluar alam pemikiran normal. Disini, kehidupan kita hanya bisa dirasakan oleh susunan syaraf kita, kita menyelami dengan pikiran dan imaginasi kita, sejauh, setinggi dan sedalam yang kita inginkan.

 

Tapi jika dalam kehidupan pertama kita mampu merasakanya dengan kulit, penciuman dan pendengaran, mampukah atau dapatkah kehidupan kedua tersebut dirasakan juga dengan indra kita tersebut ?

 

Menjembatani dua kehidupan

Beberapa rekan mencoba memaparkan apa yang menjadi mimpi – mimpi, dan terkadang berharap dengan sangat akan mimpi tersebut bisa menjadi kenyataan. Bisakah kedua kehidupan tersebut dijembatani ? sehingga kehidupan yang berisi semua keinginan dan mimpi, juga tujuan kita yang berasa pada kehidupan kedua tersebut bisa dialihkan kedalam kehidupan yang pertama ?

 

Pertama buatlah asumsi  dan parameter yang sama pada kedua kehidupanya yang sama tersebut, jadikan kehidupan kedua adalah sebuah simulasi tentang langkah kedepan, tentang kemungkinan – kemungkinan yang akan terjadi, seperti sebuah prototype dalam sebuah laboratorium. Jadikan didalamnya sebuah model-model mengenai apa yang kita mimpikan dan coba raih, dengan apa yang kita mau dan inginkan, tentunya seperti layaknya dalam sebuah simulasi, semua bisa menjadi yang kita mau.

 

Kedua, berkata, tanyakan dan tanamkan pada diri kita tentang apa yang sebenarnya kita inginkan. Semua orang mempunya banyak keinginan, dari semua keinginan itu, perlu disusun dengan angka-angka, mana keinginan terdekat. mana keinginan berikutnya, dan mana keingingna yang mempunya syarat-syarat terpenuhinya keinginan sebelumnya, sebelum bisa dicapai. Semua orang punya keinginan, tapi tidak semua orang mengetahui apa yang menjadi keinginanya, akibatnya, sasarannya meleset.

 

Ketiga, berkatalah setiap waktu untuk bersabar. Sama dengan mensimulasikan sebuah model pada laboratorium dan penelitian, model dan prototype bisa dan mungkin sekali untuk gagal dan perlu dibangun ulang. Tentunya sangat tidak mengenakan hati, tetapii itulah fungsinya prototyping, mencoba dan menbangun sesuatu yang kita inginkan, dan jika ada yang salah, maka secepatnya kita bisa memperbaikinnya tanpa harus kehilangan waktu. Karena didalam kehidupan pertam, waktu dan tempat tidak mempunyai biaya, sedangkan pada kehidupan pertama sangatlah mutlak, dan waktu tidak bisa dimundurkan kembali, terutama sekali jika produk dari pemikiran sudah dilepas kepasaran.Terkadang bisa jadi, disana kita merasa terjebak pada suatu keadaan nyata yang tak mampu dibalik kembali, suka atau tidak suka harus dijalani. Itulah mengapa kita perlukan sebuah prototyping.

 

Keempat, coba dan simulasikan pemikirian prototyping tersebut sedekat mungkin dengan alam nyata pada kehidupan pertama, rasakan dengan kulit kita, penciuman dan pendengaran kita, rasakan dan simulasikan jika ia benar-benar itu ada dan nyata. Percaya atau tidak, terkadang kita bisa mampu merasakan, mencium wangi dan melihatnya muncul dihadapan kita, bedanya ia hanya berupa bayangan, tugas berikutnya, membuatnya menjadi nyata.

 

Kelima, buatlah jembatan agar ia, prototype tersebut bisa menyeberang dari kehidupan mimpi kedalam kehidupan nyata kita. Sabar, tekun, waspada, penuh kalkulasi, terus menerus melihat blue print dari rancangan protiping tersebut dan juga terus melakukan koreksi – koreksi jika ada yang salah pada implementasinya.

 

Dreams come true,

Tidak semua orang mampu menghadirkan mimpi dalam kehidupan nyata ini, karena sangat berat dan penuh ketekunan. Tetapi, bukankah sebuah rasa yang tidak pernah dan akan diperjual belikan dipasaran akan bisa kita miliki jika hal intu memang berhasil diwujudkan ? sebuah rasa keindahan akan keberhasilan, seperti sebuah rasa keindahan jika belahan hati kita hadir setelah kita lama menunggu.

 

You know what I mean ? can you describe the feeling ? no, it's only you can feel that, not other person, because that's your life.

 

Manila, Herald Suites Makati

09.08.08 04:51

Comments (0) >> feed
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley

busy
Last Updated ( Tuesday, 12 August 2008 )
 
Next >

Free Joomla Templates By Joomlashack