Aku yang nakal, PDF Print E-mail
Saturday, 01 March 2008

Aku yang nakal,

Hai kawanku, apa kabar ? semoga semuanya sehat-sehat dan selalu dalam lindungan ALLAH swt ya ..., ini aku, sikecil yang tidak bisa diam, selalu bergerak kesana kemari, senang bertanya dan selalu ingin mencari sesuatu yang baru dari setiap sisi kehidupan, untuku agar belajar memahami dan mengerti setiap lekuknya.

Pagi ini aku melompat-lompat senang, karena baru saja mendengar suara yang sangat aku kenal, sahabat dekatku, aku rindu sekali kepadanya. Sudah lama sekali aku tak mendengar suaranya, lama sekali ? padahal beberapa hari yang lalu aku sudah mendengarnya ....

 

Tak sempurna,

Tak jauh dariku, ada seseorang yang duduk sambil memperhatikan setiap tingkah laku-ku, matanya terasa sejuk dihati, dan senyumnya selalu tersungging dibibirnya untukku, dia adalah ayahku, ayahku sangat sayang kepadaku, hampir semua yang aku mau selalu diusahakan dan diberikan olehnnya.

 

Tadi pagi ayah duduk disampingku, sebenarnya aku sudah bangung, tetapi aku pura-pura masih tidur, karena ayah dengan lembut dan sabar mengelus dan mengusap kepalaku, disaat itu ayah berkata lirih yang entah kepada siapa kata-katanya diarahkan.

 

Sayangku, kasihan sekali kamu sayang, kamu sudah tidak sempurna lagi sekarang, ada banyak sekali yang hilang dari dirimu, sambil terus tangan ayah mengusap kepalaku. Ada hangat yang terasa jatuh dikeningku, yang kemudian secepatnya dihapus oleh tangan ayah, Ayah harap kamu bisa bertahan sayang, dengan kondisi kamu yang seperti ini, ayah do’akan agar kamu tetap tegar dan kuat dalam menghadapi hidup ini.

 

Cukup lama ayah mengusap lembut rambutku, sambil sesekali memegang telapak tangan dan mencium pipiku perlahan. Kuatkan dirimu sayang, ayah akan selalu menjagamu dan terus berusaha untuk membahagiakanmu.

 

Ayahku,

Ayah bilang kalau aku nakal, aku suka meminta segala sesuatu keayah, dan biasanya ayah akan tersenyum sambil kemudian menuruti apa-pun permintaanku, aku tahu, karena ayah sayang aku.

 

Aku juga sayang ayah, aku ikut kemanapun ayah pergi, dan ayah selalu mengajaku bicara dalam berbagai hal yang walau terkadang ada beberapa hal yang aku tidak mengerti, seringkali ayah menanyakan sesuatu kepada, untuk kemudian ayah memintaku untuk menjawab atau memilih mana yang aku suka, dan ayah biasanya selalu mengikuti apa yang sudah menjadi pilihanku.

 

Ayah terlihat lelah, sudah berhari-hari selalu tidur lewat tengah malam, yang kemudian dipagi hari ayah juga harus segera bangun untuk shalat subuh dan bersiap-siap berangkat bekerja. Ayah menemani aku bermain hingga tengah malam.

 

Aku sering melihat ada sesuatu mengalir dipipi ayah, yang kemudian segera diusap dengan tangannya, hal itu seringkali terjadi, biasanya setelah ayah memandangi aku, memandangi aku yang sedang bermain-main ditaman. Ayah tidak pernah menjawab tanyaku, setiap kali aku bertanya kepadanya tentang sesuatu yang mengalir dipipinya itu, selain jawaban kalau itu adalah tanda sayangnya ayah kepadaku, aku tahu, ayah sayang aku.

 

Ayaaaah ... aku memanggil ayah sambil melambaikan tangan, dan ayah menyambutnya dengan senyum dan lambaian tangan juga, hati-hati sayang, jangan terlalu tinggi melompat, nanti kamu terjatuh, hati-hati ya sayang, .. iya ayah, Aku akan hati-hati

 

Entah,

Aku selalu merengek agar ayah membantuku untuk memanggil sahabatku yang sedang bepergian, karena aku senang dan bahagia sekali jika berada didekatnya, kami hampir tidak pernah berpisah sebelumnya, kemanapun selalu bersama, saling merekat dan seakan tidak akan pernah berpisah.

 

Tapi akhir-akhir ini ayah semakin terlihat lelah, karena kata ayah sahabatku itu semakin sulit untuk dihubungin dan semakin jauh jarak yang terbilang antara aku dan dia, seringkali ayah terlihat sedih sambil sesuatu mengalir dipipinya setelah berusaha untuk menyambungkan aku dengan sahabatku.

 

Aku kembali melompat-lompat senang setelah mendengar suara sahabatku, walau sebentar, tapi cukup untuk membuat rinduku terobati.

 

Sayangku, kasihan sekali kamu sayang, kamu sudah tidak sempurna lagi sekarang, ada banyak sekali yang hilang dari dirimu, sambil terus tangan ayah mengusap kepalaku. Ada hangat yang terasa jatuh dikeningku, yang kemudian secepatnya dihapus oleh tangan ayah, Ayah harap kamu bisa bertahan sayang, dengan kondisi kamu yang seperti ini, ayah do’akan agar kamu tetap tegar dan kuat dalam menghadapi hidup ini.

 

Ayah memperbolehkan aku berlompat-lompat, tetapi selalu melarang aku, setiap kali aku ingin berputar, kata ayah, nanti aku jatuh, entahlah padahal aku suka sekali berputar-putar.

 

Kata ayah aku sekarang seperti bulan setengah, aku tidak tau kenapa, dan kata ayah dulu aku seperti bulan purnama, mungkin itu sebabnya aku dilarang ayah untuk berputar, sebab seperti bulan setengah.

 

Seringkali setiap kali ayah melarangku untuk beputar, aku melontarkan sebuah pertanyaan, pertanyaan yang sama, ayah ... jadi kapan aku boleh berputar lagi ? ayah tersenyum kecil sambil menjawab, nanti sayang ya, setelah sahabatmu kembali, kapan ayah ?, entahlah sayang, entahlah, entahlah ia pergi bersama umi-mu, biasanya selalu diiringi dengan aliran dipipi, ayah kenapa ya ??

 

Oh iya kawan, kata ayah aku ini milik ALLAH swt, tak seorangpun bisa mengontrol aku, juga ayah katanya, aku terkadang nakal dan sering membuat ayah lelah sewaktu menjagaku bermain dan beraktifitas, Aku memang nakal ya .. tapi aku tahu ayah sayang sekali kepadaku dan aku juga sayang sama ayah !!

 

Kata ayah namaku adalah Hati Kecil ....

Comments (0) >> feed
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley

busy
 
< Prev   Next >

Free Joomla Templates By Joomlashack