| Dua batang bambu, |
|
|
|
| Saturday, 01 March 2008 | |
Dua batang bambu,Hari ini aku ikut sang elang yang terbang, melewati atap-atap rumah, awan-awan, dan pengunungan. Kami berhenti disuatu tempat yang agak sejuk, disisi sebuah sungai yang tak seberapa besar, tetapi dialiri dengan air yang yang jernih serta dihiasi bebatuan. ‘Kita berhenti disini kawanku’ ujar sang elang lirih, seraya mendarat disebuah ranting dari pohon jambu air, lima detik kemudian ia melipat sayapnya sambil matanya terlihat tegang, menahan rasa sakit. Percakapan, Sayup lirih terdengar sebatang bambu berbicara, ‘duh malu sekali aku, wahai kawanku …’, hmmm ada apa dengan sibambu, malu ?, ku melayang mendekat. Batang yang lain disebelah menjawabnya, ‘ada apa wahai kawanku, sehingga engkau berkata begitu, bahwa engkau malu ?’ Daunku semakin banyak yang berguguran, warnanya semakin tidak berwarna hijau, ada yang kecoklatan dan ada pula yang terlihat pucat, malu aku jadinya, jika ada burung yang berterbangan disekitarku, mereka seolah tidak lagi ingin bermain diantara daun-daunku, semakin lama, aku semakin merasa tidak berguna rasanya. ‘Wahai kawanku, janganlah engkau berkata seperti itu, janganlah engkau melihat kepada daun-daun milikmu, tetapi cobalah melihat dibawahmu, tidakkah engkau sadari bahwa banyak pohon-pohon kecil tumbuh dibawahmu ? ada beberapa manusia juga duduk sambil melepaskan rasa penat setelah seharian bekerja disawah atau ditengah perjalanan. Wahai kawanku, coba lihat kedepanmu, bukan sekarang engkau bisa melihat apa yang sebelumnya tidak pernah terlihat ? tidakkah sekarang engkau bisa merasakan lebih dekat kebulan ? tidakah engkau merasa pandanganmu bisa lebih jauh dari sebelumnya ? Tidakah engkau melihat buku-bukumu juga semakin banyak ? batangmu semakin besar dan kekar. Wahai kawanku, tidakkah engkau menyadari bahwa engkau tidak lagi memerlukan pelindung ? apakah engkau menyadari bahwa dengan mudah engkau bisa menghirup air ? Tentang daun Daun memang semakin berwarna coklat dan beberapa terlihat pucat, tetapi disetiap daun itu terlukis sebuah cerita tentang perjalanan dan pengalaman, yang tidak sama atau mungkin sama disatu bambu dan lainnya. Nilai dari warna coklat dan pucat itu adalah manis yang dirasakan oleh sekeliling bambu itu. ini cerita tentang daun kebijaksanaan ... Cerita ini belum selesai ….. mungkin tak kan pernah selesai ... |
| < Prev | Next > |
|---|


