Bagaimana Meraih Kebahagiaan PDF Print E-mail
Wednesday, 20 February 2008
Bagaimana Meraih Kebahagiaan
Muladi Mughni, Lc.

Berikut ini akan saya sampaikan beberapa hal yang dianjurkan oleh
Islam agar kita bisa meraih kebahagiaan.

I. Tingkatkan kadar Iman dan amal sholeh.
Bagaimana Iman dapat menuntun kita untuk meraih kebahagiaan, hal ini
dapat dijabarkan dengan  beberapa hal.

Pertama: Bahwa orang yang beriman akan dianugerhakan Tuhan ketabahan
dan kekuatan hati  dalam menghadapi setiap kemungkinan-kemungkinan
yang bakal terjadi dalam setiap sisi  hidupnya, segala hal yang
menimpanya baik itu berupa kerugian atau keuntungan tidak akan  pernah
menggoyahkan keteguhan imannya kepada Allah swt, sebagai Zat yang
menentukan garis  hidup manusia baik di dunia dan akherat. Dengan
mengetahui akan hal ini maka jiwanya akan  selalu merasa tentram dan
tenang. Ia tidak pernah tamak kepada dunia disamping itu pula ia tidak
 akan terlalu menyesal ketika apa yang telah ia hasilkan tiba-tiba
hilang darinya.

Kedua: bahwa dengan iman dapat menjadikan manusia sebagai sosok insan
yang memiliki visi  dalam hidup, di mana visi ini selalu akan
diperjuangkannya dengan segenap usaha dan kerja keras  sebagai rasa
kepeduliannya terhadap kemaslahatan semua orang yang ada disekitarnya.
Maka  secara tidak langsung bertolak dari rasa iman ini pula,
sesungguhnya rasa sentimen  individualisme manusia akan terkikis,
mengingat ternyata betapa besar tanggungjawab seorang  mukmin tadi
terhadap bukan hanya dirinya melainkan juga terhadap masyarakat dan
 lingkungannya.  

II. Tingkatkan kwalitas ahlak dan etika bergaul  
Adapun cara meraih kebahagiaan yang kedua selain iman adalah: Selalu
berusaha untuk  memperbaiki kwalitas ahlak dan etika bergaul. Sebab
satu hal yang harus diingat, bahwa  sesungguhnya manusia adalah mahluk
yang paling tidak bisa hidup menyendiri atau terisolasi  dari
kehidupan sosial.
Manusia mutlak membutuhkan satu sama lainnya untuk
survive. Dan  dalam hukum interaksi sosial, manusia yang paling bisa
survive dan meraih kebahagiaan  sesungguhnya adalah manusia yang mampu
menempatkan dirinya secara bijak dan proporsional  sesuai dengan
tuntunan etika serta ahlak yang baik. Satu ayat al-quran kita petik
untuk  menegaskan betapa beretika yang baik dan sopan adalah sangat
penting supaya orang lain yang  ada disekitar kita tidak menjauh
bahkan lari dari kita, yaitu firman Allah SWT: yang artinya,

 "Seandainya kau berlaku kasar dan berhati keras sesungguhnya manusia
akan menjauhi kamu,  maka berlemah lembutlah dan mohonlah ampunan bagi
mereka dan sertakanlah mereka  bermusyawarah dalam setiap urusan"

III.
Memperhatikan kesehatan  
Cara ketiga meraih kebahagiaan adalah; senantiasa memperhatikan
kesehatan. Kesehatan disini  mencakup empat hal, pertama, kesehatan
raga (fisik), kedua, kesehatan jiwa, ketiga; kesehatan  akal, dan
keempat: kesehatan ruhani.

Pertama, bagaimana menjaga kesehatan raga atau fisik, yaitu dengan
memberikan hak bagi tubuh  kita untuk mendapatkan perawatan dan
kebugaran. maka merawat tubuh hakekatnya adalah  perintah agama kita.
Dengan itu, olah raga bisa menjadi ibadah jika kita lakukan dengan
niat  mensyukuri nikmat penciptaan tubuh yang sempurna dan agar dengan
oleh raga itu kita lebih  energik dan produktif bekerja. Maka tidak
berlebihan jika nilai ibadah sesungguhnya tidak hanya  ditemukan di
masjid tetapi juga dilapangan, semuanya tergantung niat.

Adapun yang kedua bagaimana menjaga kesehatan Jiwa, yaitu dengan cara
melatih diri kita untuk  meninggalkan sifat-sifat yang tercela,
seperti, hasud, dengki, iri, mengumpat, mencela orang lain,
 menganggap rendah orang,bersedekah namun sering menyebut-nyebut amal
sedekahnya dan lain- lain. Semakin banyak sifat-sifat tersebut bersemi
dalam diri sesorang, betapapun bugar dan sehat  badannya, sesungguhnya
ia tengah terjangkit penyakit jiwa yang sangat akut.  

Adapun yang ketiga bagaimana menjaga kesehatan akal,caranya; yaitu
dengan menjauhkan  segala hal yang dapat melumpuhkan fungsi otak dan
akal kita. Sebab dengan akal suatu perintah  dan larangan agama dapat
diketahui. Oleh karena besarnya fungsi akal tersebut,maka menjaga
 akal adalah perintah agama pula. Dari sini dapat kita ketahui, kenapa
minuman keras dilarang,  sebab selain memang karena ia diharamkan
secara tegas, di samping itu, minuman keras atau  khamer dapat
menghilangkan fungsi akal. Jika menjaga kesehatan akal adalah sebuah
perintah  agama, maka membuat fungsi akal menjadi rusak dan tidak
berfungsi adalah sebuah pelanggaran  agama dan dosa besar.

Adapun yang keempat adalah kesehatan ruhani. Bagaimana cara
menjaganya, yaitu kita  diperintahkan untuk selalu mengisi batin dan
ruhani kita dengan tanda-tanda keagungan Allah swt,  dengan selalu
istiqomah menjalankan setiap perintah-perintah-Nya dan mengekang hawa
nafsu  semampu kita. Mendirikan sholat adalah contoh bagaimana kita
tengah memberikan kesehatan  terhadap ruhani kita, sebab sholat
adalah sebuah simbol ketaatan kita kepada sang Khaliq. Selain  itu
juga puasa adalah satu cara bagaimana kita dapat mengekang hawa nafsu
kita. Maka saudara- saudara sekalian, kalau kita selalu berusaha untuk
istiqomah menjalankan setiap ajaran agama  kita dan mengarahkan hawa
nafsu kita secara baik, maka sesungguhnya kita telah berusaha
 menjadikan ruhani sehat.  

Demikianlah pengertian 4 kesehatan di atas, yaitu saya ualangi. 1.
Kesehatan raga, 2. kesehatan  jiwa, 3. kesehatan akal, dan ke-4.
kesehatan ruhani.

VI. Mampu memanage waktu dengan baik.
Adapun cara meraih kebahagiaan yang keempat, yaitu,mampu memanage
waktu dengan baik.  Saudara-saudara sekalian, setiap orang diberi
waktu yang sama, mulai dari hitungan tahun, bulan,  minggu, hari
bahkan detik. Akan tetapi produktifitas yang dihasilkan orang
berbeda-beda. Disatu  sisi ada orang yang dalam waktu 4 tahun telah
meraih posisi jabatan yang sangat gemilang,  namun ada juga orang lain
yang dalam waktu yang sama masih belum mendapatkan apa-apa.
 Rahasianya adalah sejauhmana orang tersebut memanfaatkan waktu dan
memberdayaakannya  secara optimal. Di samping itu pula dalam agama
kita, selain keterampilan memanage waktu, ada  yang di sebut dengan
waktu yang "berkah" . Contohnya adalah, orang yang sudah tutup usia di
 waktu muda, tetapi jumlah karyanya melebihi jumlah usianya dan masih
terus dikenang oleh  banyak orang, kemudian orang yang menempuh
perjalanan jauh, namun ia merasa sampai ke  tempat tujuan lebih cepat
dari yang ia perkirakan, termasuk mahasiswa yang tengah menulis  karya
ilmiah seperti thesis, ia mampu merampungkan tepat waktu bahkan lebih
cepat dari yang  semestinya. Inilah yang disebut dengan waktu yang
"berkah".
   
V.Memperoleh materi atau harta yang sesuai dengan kebutuhannya
Kemudian cara meraih kebahagiaan yang terakhir (kelima) adalah, dengan
cara memperoleh  materi atau harta yang sesuai kebutuhannya. Suatu hal
yang perlu diingat adalah, tolak ukur  kebahagiaan yang hakiki bukan
terketak pada banyak dan sedikitnya materi yang kita peroleh,
 melainkan seberapa besar materi yang kita dapatkan tadi dapat
menambah ketentraman batin kita.  Kanjeng Nabi pernah bersabda " Harta
yang sedikit tetapi dapat menjadikan pemiliknya tentram  dan
bersyukur; lebih baik, ketimbang harta yang berlimpah akan tetapi
hanya membuat  pemiliknya gelisah dan terlena." Atas dasar ini pula
lah, banyak para penguasa yang sholeh  ketika ia diberikan dua tawaran
antara diberikan ilmu atau harta. mereka lebih memilih  mendapatkan
ilmu daripada harta. Di antaranya adalah khalifah Ali RA, ia pernah
berkata; "Aku  lebih memilih ilmu daripada harta, karena ilmu akan
menjagaku, tetapi kalau harta aku yang  bakal menjaganya."  

Namun hendaknya jangan kita fahami bahwa Islam tidak mementingkan
harta. Atau seolah-olah  harta tidak memiliki nilai sedikitpun dalam
Islam. Sesungguhnya menjadi hartawan atau jutawan  juga cita-cita
Islam, akan tetapi bagaimana menjadi hartawan dan jutawan namun juga
sekaligus  menjadi dermawan serta memiliki visi kemanusiaan. kira-kira
demikianlah prototipe muslim yang  ideal. Sebagaimana hadits Nabi
Muhammad SAW: "harta yang baik adalah yang berada di  tangan orang
baik."  

Demikian bagaimana kiat-kiat meraih kebahagiaan. Yaitu Ada 5 kiat ; 1.
Tingkatkan kadar Iman  dan amal sholeh.2. Tingkatkan kwalitas ahlak
dan etika bergaul. 3. Perhatikan kesehatan, 4.  Manage waktu dengan
baik, dan 5. Peroleh materi sesuai dengan kebutuhan.
Mudah-mudahan
khutbah singkat ini ada manfaatnya.

 

Amin.  

 

Dari : This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

Comments (0) >> feed
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley

busy
Last Updated ( Wednesday, 20 February 2008 )
 
< Prev   Next >

Free Joomla Templates By Joomlashack